KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan talenta muda Indonesia. Pada Rabu, 17 April 2026, kampus yang berlokasi di Kendari ini merayakan pencapaian gemilang ketika lima mahasiswanya meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan Nasional (KITBN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta.
Prestasi ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Tim pemenang yang terdiri dari Desi Pratiwi (Teknik Informatika angkatan 2022), Rahmad Setiawan (Teknik Mesin angkatan 2023), Siti Nurhaliza (Pendidikan Sains angkatan 2022), Muhammad Rizki Pratama (Ekonomi Berkelanjutan angkatan 2023), dan Eka Putri Kusuma (Desain Grafis angkatan 2022) berhasil mengalahkan 247 peserta dari universitas-universitas ternama seluruh Indonesia dengan inovasi mereka yang bertajuk “AquaLearn: Platform Edukasi Interaktif untuk Konservasi Sumber Daya Air Berbasis Artificial Intelligence dan Gamification.”
Pencapaian luar biasa ini tidak terlepas dari dukungan komprehensif yang diberikan oleh Unit Beasiswa Universitas Mandala Waluya. Sebagai divisi yang bertugas mengelola program beasiswa dan mendukung kesuksesan akademik mahasiswa berprestasi, unit ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam memfasilitasi perjalanan tim menuju kesuksesan nasional tersebut.
### Perjalanan Menuju Juara Nasional
Perjalanan tim inovasi ini dimulai sejak bulan September 2025 ketika mereka pertama kali mendiskusikan ide-ide cemerlang untuk mengikuti kompetisi bergengsi tingkat nasional. Ide tentang platform edukasi interaktif yang menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI) dengan pendekatan gamifikasi muncul dari pengalaman langsung tim dalam melihat kurangnya kesadaran generasi muda tentang pentingnya konservasi air.
“Kami melihat bahwa banyak anak muda yang tidak memahami betapa seriusnya krisis air di Indonesia. Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya informatif tetapi juga menyenangkan,” ujar Desi Pratiwi, ketua tim sekaligus mahasiswa Teknik Informatika, dalam wawancara eksklusif pada Kamis, 18 April 2026, di ruang tunggu Rektorat Universitas Mandala Waluya.
Selama enam bulan persiapan, tim ini telah mengalami berbagai tantangan teknis dan metodologis. Mereka harus belajar mengintegrasikan machine learning algorithms dengan sistem manajemen pembelajaran, sekaligus memastikan bahwa desain antarmuka aplikasi dapat menarik perhatian pengguna dari berbagai kelompok usia. Proses pengembangan prototype pertama saja memakan waktu tiga bulan dengan tingkat kegagalan yang cukup tinggi.
“Kami hampir menyerah saat fase testing pertama. Algoritma machine learning kami tidak memberikan hasil yang akurat dalam memberikan rekomendasi pembelajaran yang personal kepada pengguna,” kenang Muhammad Rizki Pratama, anggota tim yang menangani aspek ekonomi berkelanjutan dari proyek. “Namun, dukungan dari Unit Beasiswa membuat kami terus termotivasi untuk mencari solusi alternatif.”
### Peran Strategis Unit Beasiswa
Unit Beasiswa Universitas Mandala Waluya memainkan peran yang jauh lebih besar daripada sekadar penyalur dana bantuan pendidikan. Di bawah kepemimpinan Kepala Unit Beasiswa, Dr. Bambang Suryatno, S.E., M.M., unit ini telah mengembangkan ekosistem komprehensif yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa berprestasi.
“Unit Beasiswa kami tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memfasilitasi akses ke berbagai sumber daya pembelajaran dan mentoring dari para ahli industri,” jelas Dr. Bambang Suryatno dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Utama Kampus Mandala Waluya pada Jumat, 18 April 2026.
Secara spesifik, Unit Beasiswa telah memberikan beberapa bentuk dukungan konkret kepada tim pemenang. Pertama, unit ini mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 25 juta untuk pengembangan prototype aplikasi AquaLearn. Dana ini mencakup biaya server cloud, lisensi software development tools, dan berbagai subscription platform pembelajaran mesin.
Kedua, Unit Beasiswa memfasilitasi lima sesi mentoring intensif dengan para profesional dari perusahaan teknologi terkemuka dan akademisi spesialis di bidang konservasi lingkungan. Sesi-sesi ini dilakukan setiap dua minggu, dimulai pada November 2025 hingga Maret 2026, dengan masing-masing sesi berlangsung selama dua jam.
Ketiga, unit ini menyediakan akses gratis ke fasilitas Laboratory Innovation dan Creative Hub di kampus, termasuk perangkat keras berteknologi tinggi dan ruang kerja yang nyaman untuk brainstorming serta pengembangan proyek. Fasilitas ini sebelumnya hanya diakses oleh mahasiswa penerima beasiswa berprestasi akademik, namun Unit Beasiswa memperluas aksesnya untuk tim-tim dengan potensi inovasi tinggi.
“Kami percaya bahwa bakat inovasi adalah aset berharga yang perlu ditumbuhkan dan diarahkan dengan baik,” tambah Dr. Bambang Suryatno. “Investasi kami dalam mendukung tim ini bukan sekadar dana, tetapi komitmen terhadap masa depan yang lebih baik melalui inovasi berkelanjutan.”
### Dampak Bagi Ekosistem Pendidikan Kampus
Prestasi tim AquaLearn ini memiliki dampak ripple yang signifikan bagi seluruh ekosistem akademik Universitas Mandala Waluya. Pertama, pencapaian ini meningkatkan visibilitas kampus di tingkat nasional. Sebagai institusi pendidikan yang berlokasi di daerah, Universitas Mandala Waluya selama ini sering terlupakan dalam kompetisi-kompetisi tingkat nasional yang sering didominasi oleh universitas-universitas besar di Pulau Jawa.
“Prestasi ini membuktikan bahwa akses geografis tidak harus menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik dan inovasi tingkat nasional,” ujar Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Si., dalam pidato apresiasi pada upacara penyambutan tim pemenang di halaman rektorat, Sabtu, 19 April 2026.
Kedua, pencapaian ini menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain untuk mulai mengembangkan inovasi mereka sendiri. Dalam minggu-minggu setelah pengumuman kemenangan, Unit Beasiswa menerima 34 proposalan baru dari tim-tim mahasiswa yang ingin mengembangkan ide-ide inovatif mereka dengan dukungan dari unit tersebut. Angka ini adalah rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Ketiga, kesuksesan tim ini membuka peluang kolaborasi baru antara Universitas Mandala Waluya dengan instansi-instansi pemerintah dan perusahaan swasta di bidang teknologi dan lingkungan. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengekspresikan ketertarikan untuk mengimplementasikan platform AquaLearn sebagai bagian dari program edukasi lingkungan nasional.
“Kami melihat besar potensi aplikasi AquaLearn untuk menjangkau puluhan ribu pelajar di seluruh Indonesia,” ungkap Direktur Program Edukasi Lingkungan Kementerian LHK, Ir. Yuli Hardiyanto, dalam pertemuan dengan tim dan pimpinan universitas pada Senin, 21 April 2026.
### Apresiasi dan Rencana Ke Depan
Sebagai bentuk apresiasi, Universitas Mandala Waluya memberikan beberapa penghargaan kepada tim pemenang. Masing-masing anggota tim akan menerima beasiswa penuh untuk sisa masa studi mereka, plus insentif uang tunai sebesar Rp 50 juta per orang. Selain itu, nama-nama mereka akan diabadikan pada plakat kehormatan yang dipasang di gedung Laboratory Innovation.
Dr. Bambang Suryatno juga mengumumkan bahwa Unit Beasiswa akan mengembangkan program khusus bernama “Innovation Excellence Fund” yang dirancang khusus untuk mendukung mahasiswa-mahasiswa dengan ide-ide inovatif yang berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini akan diluncurkan secara resmi pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
“Kami ingin menciptakan lebih banyak kisah sukses seperti tim AquaLearn. Innovation Excellence Fund akan memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan ide-ide cemerlang mereka dengan dukungan finansial dan mentoring profesional,” papar Dr. Bambang Suryatno dalam siaran pers tertulis yang diterima pada Selasa, 22 April 2026.
Sementara itu, tim AquaLearn sendiri sudah mulai memikirkan langkah-langkah berikutnya. Mereka berencana untuk menghubungkan diri dengan incubator startup teknologi untuk mengkomersialkan aplikasi mereka. Target mereka adalah meluncurkan versi beta publik dari AquaLearn pada akhir tahun 2026.
“Kemenangan nasional ini baru permulaan. Kami ingin memastikan bahwa inovasi kami bukan hanya juara kompetisi, tetapi juga membuat perbedaan nyata dalam kehidupan ribuan orang,” tutur Siti Nurhaliza, anggota tim yang menangani aspek konten pembelajaran.
### Penutup: Harapan dan Inspirasi
Pencapaian Universitas Mandala Waluya melalui Unit Beasiswa dan tim inovatornya merupakan testimoni nyata bahwa potensi besar ada di mana-mana, tidak peduli di lokasi geografis mana sebuah institusi pendidikan berada. Dengan dukungan yang tepat, fasilitasi yang komprehensif, dan ekosistem yang kondusif, mahasiswa dari daerah dapat bersaing dan bahkan memenangkan kompetisi tingkat nasional.
Kesuksesan ini juga menekankan pentingnya peran unit-unit pendukung seperti Unit Beasiswa dalam ekosistem universitas modern. Bukan hanya sekadar administrasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam mengembangkan talenta dan menciptakan dampak sosial yang positif.
Saat ini, Universitas Mandala Waluya dan khususnya Unit Beasiswa terus menerus merefleksikan pembelajaran dari kesuksesan tim AquaLearn ini. Rencana-rencana baru untuk ekspansi program dukungan inovasi sedang dalam tahap perencanaan matang. Jika semua berjalan sesuai rencana, Universitas Mandala Waluya mungkin akan menjadi salah satu pusat inovasi terkemuka di wilayah Sulawesi Tenggara dalam lima tahun ke depan.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap keunggulan akademik dan inovasi, Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan bahwa mimpi besar adalah mungkin untuk diraih, selama ada dukungan, kerja keras, dan determinasi yang kuat.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan pihak-pihak terkait dan pengumuman resmi dari Universitas Mandala Waluya pada 17-22 April 2026.